Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengungkapkan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempat tempat industri tekstil serta hasil tekstil dalam dalam negeri masih terus berlanjut.

Menurutnya, pemicu gelombang PHK yang digunakan yang masih berlanjut ada berbagai faktor, mulai dari tak mampu bertahan dalam tengah serbuan produk-produk impor hingga anjloknya kinerja ekspor.

“Lagi banyak PHK,” kata Ristadi kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (5/10/2024).

Bahkan, lanjutnya, mengacu data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mencatat sepanjang tahun 2022 ada PHK sebanyak 345.000 pekerja pada industri TPT nasional.

“Kondisi itu masih berlangsung lalu ada sekitar 26.540 pekerja yang dimaksud dimaksud dirumahkan ke arah PHK. Ini data per Agustus 2024,” kata Ristadi.

“Data update PHK 2024 bulan Agustus-September. Ini data PHK terbaru di area dalam luar data yang hal itu sebelumnya. Data kemarin ada perusahaan seperti Mulia Cemerlang Abadi, sekarang PHK lagi, tutup total. Ini data tahun 2024,” ujarnya.

Lalu dalam mana semata lokasi pabrik-pabrik tersebut?

Berikut daftar perusahaan TPT dalam negeri yang dimaksud melakukan PHK pada tahun 2024:

1. PT Mulia Cemerlang Abadi pada Kabupaten Tangerang: tutup lalu PHK total 2.600 pekerja
2. PT Lucky Tekstil di area area Kota Semarang: PHK 100 pekerja
3. PT Grand Best di tempat area Kota Semarang, PHK 300 pekerja
4. PT Delta Merlin Tekstil I Duniatex Group dalam area Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah): PHK 660 pekerja
5. PT Delta Merlin Tekstil II Duniatex Group: PHK 924 pekerja
6. PT Pulaumas Tekstil pada Jawa Barat: merumahkan 460 pekerja.

Dari hitungan itu, tercatat yang hal tersebut PHK total sebanyak 4.584 pekerja, sedangkan 460 pekerja lainnya menunggu nasib saat dirumahkan.


Share:

Tinggalkan komentar