Jakarta – Pedoman anti hoaks yang tersebut diusulkan Indonesia menjadi satu dari tujuh capaian yang dimaksud disepakati pada pertemuan tingkat Menteri negara-negara ASEAN yang dimaksud bertanggung jawab pada bidang informasi (AMRI) Meeting dalam Da Nang Vietnam, Jumat (22/9).

Demikian dikatakan Kepala Pusat Kerja sebanding Internasional (Puski) Kementerian Komunikasi juga Informatika Ichwan Makmur Nasution, di tempat tengah rangkaian pertemuan pejabat senior dalam bidang informasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN Senior Officials Meeting Responsible for Information (SOMRI) serta ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) yang dimaksud berlangsung 19 – 23 September 2024, seperti dikutip dalam rilis pers, Jumat.

Salah satu dari ketujuh capaian itu adalah panduan atau pedoman bagi pemerintah untuk melawan serta memberantas berita-berita palsu serta disinformasi atau hoaks, khususnya yang tersebut menyebar dalam media.

Dalam pedoman yang berisi delapan kunci prioritas bagi pemerintah untuk memerangi hoaks, salah satunya adalah deteksi juga diikuti langkah respons balik.

Pedoman juga memuat penjelasan tentang cara membangun pesan yang mana akurat dan juga kredibel serta aturan pendukung yang mana diperlukan baik regulasi umum maupun untuk digital platform.

“Panduan ini juga dilengkapi dengan blueprint, rekomendasi, serta rencana tindakan lanjut dokumen,” ujar Ichwan.

Indonesia yang tersebut diwakili Kementerian Komunikasi serta Informatika kemudian Kementerian Luar Negeri pada pertemuan SOMRI, berhasil mengajak negara-negara ASEAN menyepakati Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in the Media.

Pedoman hal itu sebelumnya digagas oleh Kementerian Kominfo, dalam hal ini Pusat Kerja mirip Internasional (Puski) bersama Direktorat Jenderal Informasi dan juga Komunikasi Publik (IKP).

Pedoman ini menjadi salah satu prioritas deliverable Keketuaan Indonesia di tempat ASEAN pada 2024 di tempat bawah pilar Sosial Budaya ASEAN sektor informasi.

"Hampir dua tahun, mulai dari pengajuan proposal, hingga mendapat pendanaan dari ASEAN Cultural Fund, serta akhirnya disepakati hari ini," ujar Ichwan.

Selain Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in the Media, terdapat enam capaian lain yang mana disepakati untuk dijalankan bersama.

Pertama adalah Vision Statement by AMRI – ASEAN 2035: A Transformative, Responsive and Resilient Information and Media Sector.

Kedua, deklarasi Da Nang atau Da Nang Declaration on "Media: From Information to Knowledge for a Resilient and Responsive ASEAN".

Ketiga, Plan of Action of the ASEAN Task Force on Fake News (PoA of TFFN), pada mana akan ada gugus tugas yang digunakan beranggotakan negara-negara pada kawasan untuk memerangi berita palsu. ”Di mana Indonesia juga terlibat secara bergerak di tempat sana,” kata Ichwan.

Keempat, perpanjangan dari rencana kerja negara-negara ASEAN juga Chine atau Extension of the Work Plan on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2024-2024.

Kelima adalah Extension of the Work Plan on Enhancing ASEAN Plus Three Cooperation through Information and Media 2024-2024.

“Jadi setelah dengan China, ASEAN juga ada kerja identik dengan dua negara lain yaitu Korea Selatan serta Jepang. Ini juga akan diperpanjang kerja samanya,” tambah Ichwan.

Terakhir adalah kesepakatan bersama atau Joint Media Statement of the 16th AMRI and Related Meetings.

Indonesia melalui Kementerian Kominfo akan segera mengimplementasikan panduan penanganan hoaks pada media yang dalam kebijakan nasional untuk kemudian dapat diimplementasikan pada level domestik.

“Pedoman ini dapat membantu manajemen pengelolaan informasi pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mendeteksi serta merespons berita palsu kemudian disinformasi sebagai upaya meningkatkan lalu mewujudkan pengelolaan informasi yang mana kredibel, adaptif, akuntabel kemudian transparan,” ujarnya.

Dalam rangkaian pertemuan AMRI-SOMRI, juga diselenggarakan dua workshop berbagi pengalaman terbaik seluruh negara ASEAN terkait perubahan fundamental digital media (ASEAN Workshop on Best Practices on Digital Transformation in Mass Media) juga penanganan disinformasi (ASEAN Forum on Tackling Disinformation).

Workshop hal tersebut bertujuan untuk mendapat gambaran metamorfosis digital pada media massa juga rekomendasi untuk mengiklankan industri ini pada tingkat regional, serta meminimalisasi dampak buruk dan juga mengupayakan literasi digital pada negara-negara ASEAN.

Share:

Tinggalkan komentar