Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ()  menegaskan pemerintah tiada memberikan perlakuan khusus untuk penanam modal yang tersebut akan berinvestasi di tempat tempat Rempang, Kepulauan Riau.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Jakarta, Senin, Bahlil mengatakan penanam modal selama China itu dapat digaet setelah melakukan komunikasi intens sebelumnya.

Bahkan, ia pun sempat datang langsung ke Negeri Tirai Bambu untuk mengecek langsung perusahaan tersebut.

“Jangan ada persepsi seolah-olah untuk investasi modal Rempang itu perlakuannya khusus dengan yang mana digunakan lain. Kalau Kementerian Investasi enggak seperti itu. Kenapa? Karena perwakilan saya, tim saya pada China, itu sudah melakukan pertemuan berbulan-bulan, berkali-kali, kemudian juga tim saya berikan rekomendasi untuk mengecek perusahaan ini,” katanya, dikutip dari Antara.

Menurut Bahlil, pengembangan pembangunan sektor ekonomi di area area Rempang, merupakan upaya pemerintah dalam menggalakkan hilirisasi.

Pemerintah menilai perlu memperluas cakupan perluasan setelah sukses dengan nikel melalui pengolahan lanjutan pasir kuarsa atau pasir silika di tempat tempat Batam.

Pasir kuarsa atau pasir silika merupakan komponen baku kaca dan juga juga solar panel yang mana digunakan saat ini menjadi salah satu pilihan sumber energi terbarukan.

Bahlil pun menilai pemodal jika China tersebut, yakni Xinyi Group, merupakan mitra strategis untuk membantu pengembangan pengembangan pasir kuarsa, sehingga setelah mengunjungi pabriknya dalam China, Bahlil pun mengajukan permohonan mereka itu untuk dapat berinvestasi dalam Tanah Air.

“Sekali lagi saya clear-kan, kami tiada ada pernah membeda-bedakan perusahaan-perusahaan mana (yang akan berinvestasi),” katanya.

Share:

Tinggalkan komentar