Menteri Keuangan dan Komisi XI DPR RI setuju menyuntikkan dana terdiri dari Penyertaan Modal Negara () senilai Rp3 triliun kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau .

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) merupakan induk bidang bisnis dari PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

Sri Mulyani menerangkan suntikan modal Rp3 triliun itu akan digunakan untuk membantu IFG Life menyelesaikan pengalihan polis dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

IFG Life sendiri ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan yang tersebut terjadi dalam Jiwasraya untuk kemudian dijalani pengalihan aset kemudian juga liabilitas Jiwasraya yang digunakan bersifat clean and clear kepada IFG Life.

“Sehingga itu diimplementasikan injeksi tambahan yang dimaksud digunakan tak terpisahkan juga dengan penegakan hukum Jiwasraya yang mana digunakan sedang berjalan,” ucap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (2/10).

Selain itu, Sri Mulyani juga Komisi XI DPR RI juga menyetujui PMN senilai Rp28,8 triliun untuk PT Hutama Karya (Persero). Selanjutnya, Rp659,1 miliar untuk Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia.

Lalu, Rp1,5 triliun untuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Rp1,7 triliun untuk PT Len Industri (Persero), lalu Rp1,01 triliun untuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

Secara terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pengalihan polis dari Jiwasraya ke IFG Life harus terus didorong. Oleh dikarenakan itu, ia yakin pemerintah segera merestui PMN senilai Rp3 triliun tadi.

“Paling bukan hari ini Jiwasraya terselesaikan, pemerintah akan bantu lagi pendanaan di dalam dalam akhir tahun ini,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (9/8) lalu.

Erick menjelaskan pengalihan eks pemegang polis Jiwasraya kepada IFG memang membutuhkan tambahan anggaran.

Di sisi lain, pendapatan dari aset sitaan yang mana dimaksud seharusnya digunakan untuk merampungkan pemindahan aset tersebut, sekarang sedang terus didalami oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) juga terus dioptimalkan.

Adapun liabilitas pemegang polis yang tersebut belum dipindahkan ke IFG Life mencapai Rp7,44 triliun. Menurut Erick, jumlah agregat agregat hal yang merupakan sisa dari restrukturisasi pemegang polis yang dimaksud itu dijalani sejak 2021 lalu.

Share:

Tinggalkan komentar