Sejak 1 Januari hingga 21 September 2024 modal asing bersih yang mana masuk dalam pasar SBN senilai Rp75,46 triliun

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing, yang digunakan masuk ke pasar keuangan domestik sebesar Rp1,67 triliun pada periode 18-21 September 2024.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang diterima di area Jakarta, Jumat, mengatakan nilai hal tersebut terdiri atas modal asing masuk ke pasar saham senilai Rp1,38 triliun kemudian di area Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp1,32 triliun, sementara modal asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp1,03 triliun.

Dengan demikian, sejak 1 Januari hingga 21 September 2024 modal asing bersih yang masuk di dalam pasar SBN senilai Rp75,46 triliun serta di tempat SRBI Rp1,14 triliun, serta yang keluar dari pasar saham sebesar Rp5,05 triliun.

Erwin menuturkan premi risiko pembangunan ekonomi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun sebesar 90,17 basis poin (bps) per 21 September 2024, naik dibandingkan per 15 September 2024 yang dimaksud tercatat sebesar 78,09 bps.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah melemah pada Jumat pagi pada level Rp15.380 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.370 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (21/9/2024).

Sementara rupiah melemah, indeks dolar AS menguat ke level 105,36 pada akhir perdagangan Kamis (21/9/2024).

Imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun naik ke level 6,79 persen. Demikian juga dengan imbal hasil surat utang AS alias US Treasury Note tenor 10 tahun naik ke posisi 4,494 persen.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah juga otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi juga sistem keuangan dalam membantu pemulihan dunia usaha lebih besar lanjut.

Share: