Ini kita lakukan untuk semua bank termasuk perbankan syariah untuk dapat meningkatkan kinerjanya dengan menyesuaikan sistem modernisasi atau digitalisasi

Makassar – Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memacu penguatan Bank Syariah melalui sistem digitalisasi keuangan, sehingga kinerja perbankan syariah terus tumbuh positif.

"Ini kita lakukan untuk semua bank termasuk perbankan syariah untuk dapat meningkatkan kinerjanya dengan menyesuaikan sistem modernisasi atau digitalisasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Causa Imam Karana pada Makassar, Jumat.

Dia mengatakan digitalisasi sistem keuangan sangat membantu untuk meningkatkan kinerja perbankan juga hal itu dirasakan manfaatnya pada saat pandemi COVID-19.

Ketika pandemi diimplementasikan pembatasan sosial sehingga digitalisasi lebih banyak diutamakan untuk menjaga jarak. Aplikasi itu dilaksanakan baik untuk sistem pembayaran maupun transaksi digital.

Hasil dari perkembangan 3 tahun terakhir memperlihatkan rata-rata kinerja perbankan mengalami kenaikan, begitu pula sektor perbankan syariah di dalam wilayah Sulsel.

Hal itu diakui kepala otoritas Jasa Keuangan OJK regional 6 Sulawesi, Maluku juga Papua (Sulampua), Darwisman.

Dia mengatakan, pihaknya mencatat kinerja perbankan syariah yang mana terus tumbuh positif hingga memasuki triwulan ketiga 2024.

Pada triwulan kedua 2003 aset serta penyaluran pembiayaan perbankan syariah naik 2 angka.

Aset perbankan syariah mengalami pertumbuhan 11, 96 persen (year on year/yoy) dengan nominal mencapai Rp12,89 triliun hingga Juni 2024.

Sementara untuk penyaluran pembiayaan, perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan double digit yaitu 12,4 persen yoy dengan nominal mencapai Rp11 triliun.

Menurut Darwisman, kondisi ini menunjukkan pemulihan perekonomian di area Sulawesi Selatan yang ditopang oleh sektor jasa perbankan termasuk bank syariah sudah mengalami peningkatan.

 

Share: