Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, kemudian Geofisika (BMKG) memprakirakan, musim kemarau ekstrem dalam area Indonesia akan segera berakhir. Meski El Nino diprediksi masih berlanjut sampai tahun 2024 nanti.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini tengah mengalami musim kemarau yang hal tersebut tambahan lanjut ekstrem, yaitu lebih banyak lanjut kering dan juga juga tambahan panas dibandingkan musim kemarau biasanya. Kondisi ini dipicu fenomena El Nino juga IOD Positif, yang mana yang disebut menyebabkan anomali kenaikan suhu lalu juga berkurangnya curah hujan dari kondisi normal.

“Musim kemarau akan berakhir dalam tempat sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini. Dan awal musim hujan secara bertahap, dimulai awal November 2024,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan di dalam tempat situs resmi, dikutip Kamis (5/10/2024).

Hanya saja, lanjutnya, akibat tingginya keragaman iklim, maka awal musim hujan pada seluruh wilayah Indonesia tidaklah terjadi secara serentak.

“Awal musim hujan berkaitan erat dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia. Saat ini, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia sehingga diprediksi bulan November akan mulai turun hujan,” katanya.

“Sementara puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024,” lanjutnya.

Table of Contents

Perkembangan El Nino

Di sisi lain, Dwikorita menjelaskan, dari data satelit terkini, diprediksi kondisi El Nino masih akan berlangsung hingga akhir Oktober. Kemudian, pada bulan November, akan terjadi transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

“Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September. Dari data satelit yang digunakan digunakan terkini, terlihat Oktober ini tampaknya intensitas El Nino belum turun. Fenomena El Nino ini diprediksi masih akan terus bertahan hingga tahun depan,” terangnya.

“Alhamdulillah sebab adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk mulai November, jadi Insya Allah akan mulai turun hujan dalam bulan November. Artinya pengaruh El Nino akan mulai tersapu oleh hujan sehingga diharapkan kemarau kering Insya Allah berakhir secara bertahap,” kata Dwikorita.

Karena itu, Dwikorita tetap mewanti-wanti agar umum tidaklah ada melakukan aktivitas yang mana digunakan dapat memicu kebakaran hutan kemudian juga lahan (karhutla).

“Selama bulan Oktober ini kondisinya masih kering, maka tak dibakar pun sanggup cuma terbakar. Jadi dimohon penduduk jangan coba-coba dengan sengaja atau bukan sengaja mengakibatkan nyala api dikarenakan pemadamannya akan sulit untuk dilakukan,” pungkas Dwikorita.


Share:

Tinggalkan komentar