Cara Beli Token Listrik di ATM BCAToken listrik merupakan salah satu bentuk pembayaran listrik yang semakin populer di Indonesia. Dengan menggunakan token listrik, pengguna dapat dengan mudah mengisi ulang kredit listrik mereka tanpa harus datang ke loket pembayaran atau menggunakan kartu prabayar. 

Sudah menjadi hal yang umum bagi Anda untuk menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, terkadang Anda lupa untuk membeli token listrik sehingga listrik di rumah Anda padam. Tapi jangan khawatir, sekarang Anda bisa membeli token listrik dengan mudah di ATM BCA terdekat.

Token atau pulsa listrik merupakan 20 digit angka yang harus dimasukkan ke meter prabayar saat Anda ingin melakukan isi ulang listrik. Pembayaran token listrik ini bisa dilakukan di berbagai gerai token listrik yang tersebar di wilayah Anda. Jadi, Anda bisa dengan mudah membeli token listrik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Biasanya, token listrik ini tersedia dalam beberapa nominal, mulai dari Rp.20.000,-, Rp.50.000,-, Rp.100.000,-, Rp.250.000,-, Rp.500.000,-, bahkan hingga Rp.1.000.000,-. Anda bisa memilih nominal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Namun, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas langkah-langkah untuk membeli token listrik di ATM BCA. Sebelum masuk ke pembahasan tersebut, ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi untuk bisa membeli token listrik di ATM BCA.

Baca Juga: Aplikasi Jual Pulsa Termurah, Terlengkap dan Terbaik

Syarat Beli Token Listrik di ATM BCA

Syarat Beli Token Listrik di ATM BCABerikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus Anda siapkan sebelum membeli token listrik di ATM BCA:

1. Memiliki Kartu ATM

Kartu ini akan menjadi kunci akses Anda untuk melakukan transaksi di mesin ATM. Jika Anda belum memiliki kartu ATM BCA, Anda dapat mengunjungi cabang BCA terdekat untuk mengajukan pembuatan kartu. Prosesnya cukup mudah dan cepat, dan Anda akan mendapatkan kartu ATM dalam waktu singkat.

2. Memiliki Saldo yang Mencukupi

Sebelum membeli token listrik, pastikan bahwa saldo Anda mencukupi untuk melakukan transaksi tersebut. Anda bisa melakukan pengecekan saldo lewat mesin ATM BCA atau melalui aplikasi M banking BCA di perangkat smartphone Anda. Jika saldo Anda tidak mencukupi, Anda dapat melakukan transfer dari rekening lain ke rekening BCA Anda atau melakukan setoran tunai di mesin ATM BCA.

3. Mengetahui Nomor ID Pelanggan Listrik

Nomor ID pelanggan ini sangat penting karena akan digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan listrik yang akan menerima token yang Anda beli. Nomor ID pelanggan biasanya tertera pada tagihan listrik bulanan Anda. Jika Anda tidak mengetahui nomor ID pelanggan Anda, Anda juga bisa melihat nomor tersebut di meteran listrik.

Cara Beli Token Listrik di ATM BCA

Cara Beli Token Listrik di ATM BCASetelah Anda memenuhi syarat-syarat di atas, langkah selanjutnya adalah mengunjungi ATM BCA terdekat untuk melakukan pembelian token listrik lewat ATM. Jangan lupa untuk membawa kartu ATM BCA milikmu. Berikut ini adalah langkah-langkah cara membeli token listrik di ATM BCA:

1. Kunjungi Mesin ATM BCA

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengunjungi ATM BCA terdekat. ATM BCA tersebar di berbagai lokasi, jadi pastikan Anda mencari yang terdekat dengan tempat tinggal Anda.

2. Masukkan kartu dan masukkan PIN

Setelah sampai di ATM, masukkan kartu ATM Anda dan masukkan PIN yang sesuai. Jangan lupa untuk menjaga kerahasiaan PIN Anda agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

3. Pilih Menu Transaksi Lainnya

Setelah berhasil masuk ke menu utama, Anda akan melihat beberapa pilihan transaksi. Pilih opsi “Transaksi Lainnya” untuk bisa melanjutkan proses pembelian token. Setelah memilih menu tersebut, Anda akan melihat beberapa pilihan transaksi lainnya, termasuk membeli voucher isi ulang.

4. Pilih Voucher Isi Ulang lalu Pilih PLN Prepaid

Selanjutnya pilih opsi “Voucher Isi Ulang” untuk lanjut ke proses pembelian token listrik PLN. Setelah itu, Anda akan diminta untuk memilih jenis voucher yang ingin Anda beli. Selanjutnya silakan pilih “PLN Prepaid” untuk membeli token listrik.

5. Masukkan Nomor Meteran

Langkah selanjutnya adalah memasukkan nomor meteran listrik. Nomor meteran terdiri dari 11 digit dan biasanya tertera di kartu pelanggan yang Anda miliki atau biasanya juga bisa di lihat di meteran. Pastikan Anda memasukkan nomor meteran dengan benar agar pembelian token listrik dapat dilakukan dengan lancar.

6. Pilih Nominal Voucher

Setelah memasukkan 11 digit nomor meteran, Anda akan diminta untuk memilih nominal voucher yang ingin Anda beli. Pilihlah nominal yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada beberapa pilihan jumlah atau nominal yang disediakan, mulai dari terkecil hingga yang terbesar.

7. Pilih Benar/Salah

Setelah memilih nominal voucher, Anda akan diminta untuk memastikan kembali apakah semua informasi yang Anda masukkan sudah benar. Pilih “Benar” jika semua informasi sudah sesuai atau pilih “Salah” jika ada kesalahan dalam informasi yang Anda masukkan.

8. Ambil Struk Pembelian

Setelah memilih “Benar”, Anda akan menerima struk pembelian. Pada struk pembelian tersebut, akan terdapat 20 digit angka yang perlu Anda masukkan ke meteran PLN yang Anda miliki. Pastikan Anda menyimpan struk pembelian dengan baik agar tidak hilang atau rusak.

Setelah semua langkah selesai, Anda bisa pulang dengan tenang karena sekarang Anda sudah memiliki token listrik yang baru. Anda tinggal memasukkan 20 digit angka yang ada di struk pembelian ke meteran PLN Anda, dan listrik di rumah akan kembali menyala.

Baca Juga: Cara Bayar Paylater Gojek Via Gopay, M-BCA, ATM, dan Tokopedia

Cara Isi Token Listrik

Cara Isi Token Listrik

Setelah berhasil  membeli token listrik di ATM BCA, selanjutnya Anda bisa memasukkan kode 20 digit angka yang terdapat di struk pembelian ke meteran listrik PLN yang Anda punya di rumah. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Masukkan 20 digit token ke meteran listrik (MPB)

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memasukkan 20 digit token listrik yang Anda miliki ke dalam meteran listrik (MPB) di rumah Anda. Pastikan Anda memasukkan digit-token dengan benar agar proses pengisian berjalan dengan lancar.

2. Tekan tombol Enter

Setelah Anda memasukkan 20 digit token listrik dengan benar, langkah selanjutnya adalah menekan tombol “Enter” pada meteran listrik (MPB). Tombol ini berfungsi untuk mengirimkan data token listrik yang Anda masukkan ke sistem.

3. Muncul Tulisan Benar atau Accept

Setelah menekan tombol “Enter”, Anda akan melihat tulisan “Benar” atau “Accept” muncul di layar meteran listrik (MPB). Ini menandakan bahwa token listrik yang Anda masukkan telah diterima oleh sistem. Anda dapat melanjutkan dengan menggunakan listrik seperti biasa.

4. Jika tulisan Salah Anda bisa ulangi

Namun, jika Anda melihat tulisan “Salah” atau “Reject” muncul di layar meteran listrik (MPB), itu berarti ada kesalahan dalam memasukkan token listrik. Anda harus mengulangi langkah-langkah sebelumnya dengan memasukkan 20 digit token listrik yang Anda miliki dengan benar.

Penyebab Gagal Input Token Listrik

Penyebab Gagal Input Token Listrik

Berikut beberapa penyebab umum yang sering menyebabkan gagalnya input token listrik:

1. Kode Token Salah

Salah memasukkan kode token bisa menjadi penyebab utama gagalnya input token listrik. Kadang-kadang, Anda terburu-buru atau tidak teliti saat memasukkan kode token. Hal ini bisa menyebabkan kesalahan dalam angka atau urutan digit yang dimasukkan. Jadi, pastikan Anda memeriksa dengan seksama sebelum memasukkan kode token ke meteran listrik.

2. Token Tidak Aktif

Penyebab lain yang sering terjadi adalah token listrik yang tidak aktif. Token listrik memiliki masa aktif tertentu, dan setelah masa aktifnya berakhir, token tersebut tidak dapat digunakan lagi. Jadi, pastikan Anda memeriksa masa aktif token sebelum mencoba mengisinya. Jika masa aktifnya sudah berakhir, Anda perlu membeli token baru.

3. Gangguan Jaringan Listrik

Gangguan jaringan listrik juga bisa menjadi penyebab gagalnya input token listrik. Kadang-kadang, saat Anda ingin mengisi token listrik, ada gangguan pada jaringan listrik di area tempat tinggal Anda. Hal ini bisa membuat proses input token menjadi gagal. Jika Anda mengalami masalah ini, sebaiknya Anda menunggu beberapa saat dan mencoba lagi setelah gangguan jaringan listrik teratasi.

4. Kesalahan Pada Meteran Listrik

Kesalahan pada meteran listrik juga bisa menyebabkan gagalnya input token listrik. Mungkin ada masalah teknis pada meteran listrik Anda yang membuatnya tidak dapat menerima token dengan benar. Jika Anda mengalami masalah ini, sebaiknya Anda menghubungi pihak PLN atau penyedia listrik untuk memperbaiki meteran listrik tersebut.

5. Kesalahan Teknis Lainnya

Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, ada juga beberapa kesalahan teknis lainnya yang bisa menyebabkan gagalnya input token listrik. Misalnya, kesalahan pada aplikasi atau sistem pembayaran yang digunakan. Jika Anda menggunakan aplikasi atau sistem pembayaran tertentu untuk mengisi token listrik, pastikan Anda menggunakan versi terbaru dan memperbarui jika diperlukan.

Baca Juga: Cara Bayar Kredivo Lewat Indomaret Dan Biaya Adminnya

Biaya Admin Bayar Token Listrik di ATM BCA

Biaya Admin Bayar Token Listrik di ATM BCA

Saat membeli Token Listrik melalui ATM BCA, ada biaya admin yang harus dibayarkan. Biaya admin ini merupakan biaya tambahan yang dikenakan oleh bank sebagai pengganti jasa yang diberikan. Biaya admin ini bervariasi tergantung pada jumlah pembayaran yang dilakukan. Untuk biaya admin dari membayar token listrik di ATM BCA akan dikenakan biaya admin sebesar Rp.3.000,- per transaksi dan tentunya hal tersebut relatif murah dan biaya tersebut hampir sama ketika Anda membeli token listrik di gerai atau konter biasa.

Meskipun ada biaya admin yang harus dibayarkan, pembayaran Token Listrik melalui ATM BCA tetap merupakan pilihan yang nyaman dan mudah. Anda tidak perlu repot-repot pergi ke loket pembayaran atau mengantre di kantor PLN. Cukup dengan memiliki kartu ATM BCA dan saldo yang cukup, Anda dapat melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, pembayaran Token Listrik melalui ATM BCA juga cepat dan aman. Anda tidak perlu khawatir tentang kehilangan uang tunai atau kesalahan dalam penghitungan pembayaran. Semua transaksi dilakukan secara elektronik dan tercatat dengan jelas dalam bukti pembayaran.

Kelebihan & Kekurangan Beli Token Listrik di ATM BCA

Kelebihan & Kekurangan Beli Token Listrik di ATM BCA

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan juga kekurangan membeli token listrik di ATM BCA.

1. Kelebihan

  1. Kelebihan pertama dari membeli token listrik di ATM BCA adalah kemudahannya. ATM BCA tersebar luas di seluruh Indonesia, sehingga mudah untuk menemukan mesin ATM di dekat Anda. Anda tidak perlu pergi jauh-jauh atau antri di loket pembayaran tagihan listrik. Cukup pergi ke ATM terdekat, masukkan kartu ATM Anda, dan pilih menu pembelian token listrik. Prosesnya yang cepat dan juga efisien, sehingga Anda bisa menghemat waktu dan tenaga.
  2. Kelebihan lainnya adalah kenyamanan. Dengan membeli token listrik di ATM BCA, Anda dapat melakukannya kapan saja sesuai kebutuhan Anda. Tidak perlu menunggu jam operasional kantor pembayaran tagihan listrik atau mengikuti antrian yang panjang. Anda dapat melakukan transaksi ini bahkan pada malam hari atau hari libur. Ini sangat menguntungkan bagi mereka yang memiliki jadwal yang padat atau sulit untuk mengunjungi kantor pembayaran tagihan listrik.
  3. Selain itu, keamanan juga menjadi kelebihan dari membeli token listrik di ATM BCA. Anda tidak perlu khawatir tentang kehilangan uang tunai atau resiko pencurian saat membawa uang tunai untuk membayar tagihan listrik. Dengan menggunakan kartu ATM, transaksi Anda akan terlindungi dengan keamanan yang diberikan oleh bank. Ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Anda saat melakukan pembayaran.

2. Kekurangan

Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan saat membeli token listrik di ATM BCA.

  1. Salah satunya yaitu biaya tambahan yang mungkin akan dikenakan. Beberapa mesin ATM mungkin mengenakan biaya administrasi untuk setiap transaksi pembelian token listrik. Hal ini dapat menjadi beban tambahan bagi Anda, terutama jika Anda sering melakukan pembelian token listrik melalui ATM BCA. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa biaya tambahan yang dikenakan sebelum melakukan transaksi.
  2. Selain itu, terkadang mesin ATM BCA mengalami gangguan atau kehabisan stok token listrik. Ini bisa menjadi masalah jika Anda membutuhkan token listrik dengan segera. Anda mungkin harus mencari mesin ATM lain atau mencoba lagi beberapa waktu kemudian. Ini dapat membuang-buang waktu dan menjadi tidak efisien.

Berapa minimal beli token listrik di ATM BCA?

Minimal pembelian token listrik di ATM BCA adalah Rp.20.000,-. Artinya, jika Anda ingin membeli token listrik, Anda harus membeli dengan nominal minimal Rp.20.000,- atau lebih. Pembelian dengan nominal kurang dari Rp.20.000,- tidak akan diterima di ATM BCA.

Perlu diingat juga bahwa tidak ada harga token listrik yang lebih murah dari Rp.20.000,-. Jadi, jika Anda berharap bisa mendapatkan token listrik dengan harga yang lebih murah, itu tidak mungkin di ATM BCA. Harga token listrik di ATM BCA adalah sama untuk semua nominal pembelian, yaitu Rp.20.000,- atau lebih.

Berapa maksimal beli token listrik di ATM BCA?

Batasan maksimal pembelian token listrik di ATM BCA adalah Rp.10.000.000,-. Artinya, Anda tidak dapat membeli token listrik dengan nominal lebih dari Rp.10.000.000,- di ATM BCA. Jadi, jika Anda ingin membeli token listrik dengan nominal yang lebih besar, Anda perlu mencari tempat lain yang menyediakan layanan tersebut.

Akhir Kata

Membeli token listrik di ATM BCA merupakan cara yang praktis dan mudah untuk memenuhi kebutuhan listrik Anda. Dengan menggunakan kartu ATM BCA, Anda dapat membeli token listrik kapan saja dan di mana saja. Pastikan Anda memenuhi syarat-syarat yang diperlukan dan memiliki saldo yang cukup sebelum membeli token listrik. Meskipun ada beberapa kekurangan, seperti batasan jumlah token yang dapat Anda beli, keunggulannya yang mudah dan efisien membuat pembelian token listrik di ATM BCA menjadi pilihan yang menarik.

Share: