Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car Pada Mobil – Kemajuan teknologi dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Dari berkomunikasi hingga bekerja, teknologi telah mempermudah banyak aspek kehidupan manusia. Salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah teknologi kendaraan otonom, yang dikenal dengan berbagai nama seperti self-driving car, robot car, atau autonomous car.

Teknologi Self Driving Car telah mengubah paradigma dalam dunia transportasi, yang memungkinkan kita untuk melakukan perjalanan tanpa harus harus repot-repot menyetir lagi. Dengan munculnya kendaraan otonom ini, kita memasuki era baru di dalam mobilitas, yang menghadirkan berbagai kemungkinan dan tantangan yang menarik kedepannya. Mari kita selami lebih dalam kecanggihan dan implikasi dari teknologi self-driving car ini.

Baca Juga: 5 Dampak Negatif AI Pada Manusia yang Harus Kamu Tahu

Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car Pada Mobil

Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car Pada Mobil

Berikut ini adalah beberapa Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car Pada Mobil yang harus Anda ketahui:

Lebih dalam tentang self-driving car

Kendaraan otonom, atau yang lebih populer dikenal sebagai self-driving car, adalah perwujudan canggih dari inovasi teknologi di dunia otomotif. Namanya saja sudah mengisyaratkan bahwa kendaraan ini dapat bergerak tanpa perlu campur tangan manusia di dalamnya. Di balik kemampuannya yang menakjubkan, ada kompleksitas teknologi yang mendukung kinerja ini.

Pertama-tama, self-driving car dibekali dengan berbagai sensor yang menghadirkan indera buatan ke dalam kendaraan tersebut. Dalam hal ini termasuk radar untuk mendeteksi objek di sekitar mobil, GPS untuk navigasi dan pemosisian yang akurat, sonar untuk mengukur jarak ke objek di sekitar, dan unit pengukuran inersia untuk melacak pergerakan dan orientasi kendaraan. Semua sensor ini bekerja secara bersama- sama untuk mengumpulkan data penting tentang lingkungan yang di sekitarnya.

Akan tetapi, teknologi yang benar- benar mengesankan adalah sistem kontrol yang canggih di dalam self-driving car. Sistem ini mampu meng -interpretasikan informasi sensorik yang diterima untuk membuat keputusan dalam hal mengemudi. Hal ini termasuk pengenalan dan identifikasi objek, penentuan jalur yang aman, serta reaksi cepat terhadap perubahan kondisi suatu jalan. Semua ini adalah inti dari bagaimana kendaraan otonom dapat beroperasi secara aman dan efisien dalam berbagai situasi di jalan raya.

Akan tetapi, di balik segala kecanggihan teknologi ini, masih ada banyak pertanyaan terkait regulasi, etika, dan keamanan yang perlu dijawab seiring dengan berkembangnya teknologi self-driving car ini. Meskipun begitu, tidak dapat disangkal bahwa kemajuan ini membuka potensi yang besar dalam meningkatkan mobilitas dan mengubah cara kita melakukan perjalanan di masa depan atau mendatang.

Telah dikembangkan tahun 1970-an

Sejarah self-driving car membawa kita kembali ke masa yang jauh lebih awal dari apa yang mungkin kita kira sebelumnya. Bahkan, konsep mobil yang dapat bergerak otomatis ini sudah terpikir sejak awal abad ke-20. Pada tahun 1920-an, eksperimen mengenai automated driving systems (ADS) telah muncul sebagai ide inovatif. Akan tetapi, perkembangan nyata dalam menciptakan kendaraan otonom di mulai pada beberapa dekade kemudian.

Pada tahun 1950-an, berbagai uji coba telah dilakukan untuk mewujudkan impian ini. Akan tetapi, mobil yang benar-benar otomatis pertama kali muncul pada tahun 1977, dan pencapaiannya terjadi di Japan’s Tsukuba Mechanical Engineering Laboratory. Mobil tersebut dilengkapi dengan dua kamera yang di pasang pada kendaraan untuk melacak marka jalan, dan teknologi pemrosesan sinyal menggunakan komputer analog.

Mobil ini mampu mencapai kecepatan hingga 30 kilometer per jam, yang pada saat itu merupakan pencapaian yang sangat fantastis dalam dunia teknologi. Sejarah awal ini mengungkapkan bahwa minat dan upaya dalam menciptakan self-driving car telah ada sejak lama, dan teknologi semakin matang seiring berjalannya waktu.

90 % Mengurangi Resiko Kecelakaan

Ketika berbicara tentang keselamatan dalam menaiki self-driving car, pertanyaan mengenai keamanan dan risiko kecelakaan adalah hal yang cukup wajar untuk di pertimbangkan. Meskipun teknologi self-driving car telah berkembang sangat pesat, ternyata tetap masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

Para ahli di industri otomotif dan konsultan seperti McKinsey & Company telah mengklaim bahwa penggunaan kendaraan otonom yang lebih luas dapat berpotensi mengurangi sebagian besar kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Dengan meminimalkan faktor manusia yang seringkali menjadi penyebab kecelakaan, seperti reaksi terlambat, pengemudi yang teralihkan, atau melampaui batas kecepatan, self-driving car bisa menjadi solusi yang lebih aman.

Akan tetapi, penting untuk dicatat bahwa risiko kecelakaan tidak sepenuhnya dapat dihapuskan. Terdapat insiden yang melibatkan self-driving car yang telah menimbulkan pertanyaan tentang keamanan teknologi ini. Sebagai contoh, insiden dengan self-driving car Uber yang mengakibatkan kematian seorang pejalan kaki di Arizona pada tahun 2024 adalah pengingat bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan pengujian.

Dengan kata lain, meskipun potensi untuk meningkatkan keselamatan besar, self-driving car juga masih memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Keselamatan dalam berkendara tetap menjadi prioritas utama, dan pengembangan teknologi ini harus terus diawasi dan diperbarui untuk memastikan keamanan seluruh pengguna jalan raya.

Tempat Penyewaan Mobil Dengan Teknologi Self-driving Car

Tentu saja, teknologi self-driving car memang masih dalam tahap perkembangan dan belum tersedia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, di Amerika Serikat, beberapa perusahaan telah memulai layanan penyewaan self-driving car yang dapat diakses oleh masyarakat. Ini merupakan langkah awal yang menarik menuju masa depan mobilitas yang lebih otomatis.

Beberapa perusahaan yang menawarkan layanan ini, seperti Uber, Waymo, dan Lyft, memberikan akses kepada pengguna melalui aplikasi mereka. Sebagai contoh, Waymo menawarkan layanan yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu yang dapat dipesan melalui aplikasi Waymo One. Layanan ini mirip dengan taksi online konvensional, dengan pengguna dapat melihat estimasi harga dan rute perjalanan sebelum melakukan pemesanan.

Di Las Vegas, Lyft juga telah menghadirkan armada self-driving car yang dapat dicoba oleh pengguna. Meskipun jumlahnya masih terbatas, inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa teknologi self-driving car semakin mendekati kenyataan dalam beberapa pasar.

Akhir Kata

Meski teknologi self-driving car belum tersedia di Indonesia, namun perkembangan Self Driving Car sudah menjadi sesuatu yang menarik untuk diikuti. Kita dapat berharap bahwa dengan waktu, teknologi Self Driving Car akan semakin merata dan dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan aman dalam mobilitas di seluruh dunia.

Baca Juga: 5 Aksesoris Tablet Yang Wajib Dimiliki, Ini Daftarnya

Demikian informasi mengenai Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car Pada Mobil yang bisan kami sampaikan. Semoga artikel Fakta Kecanggihan Teknologi Self Driving Car ini bisa menambah wawasan dan referensi sekaligus bermanfaat untuk teman-teman semuanya.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi situs untuk mendapatkan artikel menarik lainnya mengenai informasi teknologi yang selalu terupdate.

Share: