harga gabungan () masih diproyeksi tertekan pada perdagangan Kamis (5/10).

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memaparkan perkembangan IHSG saat ini terlihat sedang menguji support level terdekat. Ia melihat gelombang tekanan cukup besar yang digunakan berasal dari gejolak sektor dunia usaha di dalam tempat luar negeri yang berimbas terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

Namun, prospek tetap dapat dimanfaatkan untuk mendulang cuan dari saham yang tersebut yang mempunyai fundamental kuat.

“Kondisi IHSG sendiri dalam jangka panjang masih menunjukkan prospek kenaikan yang dimaksud yang disebut cukup besar mengingat kondisi perekonomian yang mana mana masih cukup stabil. Terlihat dari data terlansir, hari ini IHSG berpotensi melemah,” kata dia.

Dengan sentimen itu, ia memperkirakan indeks saham akan bergerak dalam rentang support 6.789 serta resistance 6.978.

Untuk saham pilihan, William merekomendasikan BMRI, TLKM, INDF, BBCA, SMRA, ASRI, serta ICBP.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG sudah menembus ke bawah level 6.861 yang sebelumnya merupakan support Fibonacci terdekat. Hal ini memungkinkan IHSG akan melanjutkan struktur wave b menuju support berikutnya pada level 6.804.

“Namun demikian, hari ini IHSG dapat mengalami rebound minor oleh sebab itu penutupan hariannya masih di area area atas level 6.861,” kata Ivan dalam riset hariannya.

Ia memprediksi IHSG bergerak di tempat area level support 6.861 serta resistance 7.058.

IHSG ditutup pada dalam level 6.886 pada Rabu (4/10) sore. Indeks saham melemah 54,31 poin atau minus 0,78 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp12,06 triliun dengan total saham yang mana diperdagangkan sebanyak 22,57 miliar saham.

Pada penutupan kali ini, 120 saham menguat, 439 terkoreksi, serta 195 lainnya stagnan.

Share:

Tinggalkan komentar