Bursa Asia didominasi pelemahan, akibat adanya kegelisahan terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) untuk jangka waktu yang mana digunakan tambahan lama…

Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 20,57 atau 0,30 persen ke posisi 6.940,89. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,01 poin atau 0,11 persen ke posisi 956,06.

 
"Bursa Asia didominasi pelemahan, akibat adanya kegelisahan terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) untuk jangka waktu yang digunakan lebih lanjut besar lama sebab The Fed tetap menargetkan inflasi AS untuk turun hingga 2 persen," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya pada Jakarta, Selasa.
 
Sejauh ini probabilitas tingkat suku bunga The Fed pada November 2024 untuk tetap dalam level 5,25- 5,50 persen adalah sebesar 74,3 persen lalu juga untuk naik 5,50- 5,75 persen sebesar 25,7 persen.
 
Sementara itu, nilai mata uang di area area Asia semakin berkontraksi, yang mana yang mana yen mendekati level terendah dalam satu tahun.
 
Rupiah juga melanjutkan depresiasi pada Selasa lalu menyentuh level terlemahnya selama tujuh bulan sebesar 15.613 per dolar AS.
 
Melemahnya nilai mata uang dalam area Asia disebabkan oleh meningkatnya Yield Treasury AS bertenor 10 tahun yang digunakan melampaui 4,65 persen pada awal Oktober 2024, tingkat yang digunakan digunakan belum pernah terlihat sejak Juli 2007.
 
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori postif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak k zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
 
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat pada tempat mana sektor properti paling tinggi yaitu 0,88 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer juga sektor kesehatan yang mana mana naik masing-masing sebesar 0,19 persen serta 0,13 persen.
 
Sedangkan tujuh sektor turun yaitu sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,91 persen, diikuti sektor industri kemudian juga sektor keuangan yang dimaksud yang masing-masing minus 1,34 persen juga minus 0,99 persen.
 
Saham-saham yang mana dimaksud mengalami penguatan terbesar yaitu FIRE, TOOL, INET, JAWA, lalu PRIM. Sedangkan saham-saham yang tersebut mana mengalami pelemahan terbesar yakni MITI, WIDI, DEWI, HUMI, lalu RELF.
 
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.438.487 kali transaksi dengan jumlah total total saham yang tersebut digunakan diperdagangkan sebanyak 19,94 miliar lembar saham senilai Rp10,12 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 331 saham menurun, lalu 226 tiada bergerak nilainya.
 
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 522,00 poin atau 1,64 persen ke 31.237,90, indeks Hang Seng menguat 478,43 poin atau 2,69 persen ke 17.311,22, juga juga indeks Strait Times melemah 16,51 poin atau 0,51 persen ke 3.192,35.
 
Indeks Shanghai (China) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.

Share:

Tinggalkan komentar