IHSG pada hari ini berpeluang menguat terbatas

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, bergerak naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia kemudian global.

IHSG dibuka menguat 18,52 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.905,10. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,12 poin atau 0,33 persen ke posisi 952,35.

“IHSG pada hari ini berpeluang menguat terbatas,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di dalam area Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed yaitu Fed Fund Rate (FFR) akan terjadi sekali lagi pada November 2024, yang mana memberikan ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps).

Menurut S&P Global, indeks PMI manufaktur Indonesia periode September 2024 tercatat sebesar 52,3, atau turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 53,9, sekaligus berada pada level terendah sejak Mei 2024.

Dari mancanegara, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun turun 0,08 poin persentase pada perdagangan sore pada New York menjadi 4,73 persen, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 16 tahun di dalam dalam 4,88 persen.

Hal itu mengindikasikan bahwa The Fed mempertahankan kebijakan Higher for Longer, yang dimaksud artinya suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu, sehingga mendongkrak imbal hasil US treasury dan dolar AS.

Adapun, hari ini AS akan mengumumkan data penting yakni data klaim pengangguran berkelanjutan serta awal, data ekspor juga impor AS, pidato anggota FOMC serta perwakilan gubernur The Fed, serta neraca perdagangan AS periode Agustus 2024.

Sementara itu, bursa saham AS kompak ditutup menguat pada perdagangan Rabu (04/10), merespon data kegiatan ekonomi terbaru yang digunakan digunakan menunjukkan gaji swasta AS meningkat kurang dari perkiraan pada September 2024.

Kebijakan konsumen (SPLRCD) naik 2 persen, atau memimpin sektor S&P 500 tambahan tinggi, diikuti oleh (SPLRCL) jasa komunikasi kemudian teknologi (SPLRCT), dikarenakan imbal hasil Treasury AS turun dari level tertinggi dalam 16 tahun.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 290,10 poin atau 0,95 persen ke 30.817,00, indeks Hang Seng menguat 34,18 poin atau 0,20 persen ke 17.230,02, serta juga indeks Straits Times menguat 22,81 poin atau 0,72 persen ke 3.170,20.

Sementara itu, indeks Shanghai (China) libur dalam rangka memperingati Golden Week Holiday.

Share:

Tinggalkan komentar