Nilai  melalui  (Sumut) mencapai US$482,53 jt pada Agustus 2024. Jumlah yang tersebut disebut turun 14,83 persen dibandingkan Juli 2024, US$566,56 juta.

“Selain itu, bila dibandingkan dengan bulan yang tersebut dimaksud sebanding pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 5,75 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Nurul Hasanudin, Rabu (4/10).

Nurul menyebutkan nilai impor menurut golongan penyelenggaraan barang pada Agustus 2024 melebihi Juli 2024. Rinciannya, material baku/penolong turun sebesar 11,1 persen, barang modal turun sebesar 47,07 persen, barang konsumsi turun 4,94 persen.

“Pada Agustus 2024, golongan barang yang digunakan mana mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah golongan gandum sebesar US$14,04 jt (50,03 persen). Sedangkan golongan barang yang tersebut dimaksud mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah mesin- mesin atau pesawat mekanik sebesar US$19,19 jt (-29,32 persen),” pungkasnya.

Akan tetapi, nilai impor Agustus 2024 dari Tiongkok merupakan yang dimaksud hal tersebut terbesar yaitu US$109,00 jt dengan perannya mencapai 22,59 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Singapura sebesar US$87,73 jt (20 persen) kemudian Malaysia sebesar US$30,79 jt (7,02 persen).

“Dari total nilai impor Sumatera Utara sebesar US$482,53 jt pada Agustus 2024, sebesar US$148,62 jt (30,8 persen) berasal dari Asia di area tempat luar ASEAN, sebesar US$153,44 jt (31,8 persen) berasal dari ASEAN dan juga juga sisanya berasal dari kawasan lainnya. Negara pemasok barang impor terbesar pada Agustus 2024 adalah Tiongkok sebesar US$109,00 jt (22,59 persen),” paparnya.

Sementara itu, ekspor barang melalui pelabuhan muat dalam dalam wilayah Sumatera Utara pada Agustus 2024 juga mengalami penurunan dibandingkan Juli 2024, yaitu dari US$970,08 jt menjadi US$924,97 jt atau turun sebesar 4,65 persen.

“Bila dibandingkan dengan Agustus 2022, ekspor Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 31,37 persen,” ungkap Nurul.

Nurul mengatakan golongan barang yang tersebut mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar pada Agustus 2024 terhadap Juli 2024 adalah golongan lemak juga minyak hewan/nabati yaitu naik sebesar US$151,53 jt (53,51 persen).

“Sedangkan golongan barang yang dimaksud mengalami penurunan nilai ekspor terbesar adalah golongan kopi, teh lalu rempah-rempah sebesar US$12,17 jt (-30,86 persen),” jelasnya.

Namun begitu, ekspor ke Tiongkok pada Agustus 2024 tetap menjadi yang tersebut mana terbesar yaitu US$183,99 jt diikuti Amerika Serikat sebesar US$100,04 jt kemudian India sebesar US$85,44 jt dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,94 persen.

“Menurut kelompok, negara utama tujuan ekspor pada Agustus 2024, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang tersebut mana terbesar dengan nilai US$380,71 jt (41,16 persen),” paparnya.

Terpisah, pengamat dunia usaha Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan impor serta ekspor Sumut masih didominasi oleh Tiongkok. Secara keseluruhan, Sumut masih surplus atau diuntungkan berdagang dengan Tiongkok sejauh ini.

“Namun ada banyak resiko yang tersebut mana menuntut kewaspadaan kita. Yakni perlambatan perekonomian Tiongkok yang mampu cuma menyeret perlambatan kinerja ekspor pada Sumut,” urainya.

Gunawan menambahkan Tiongkok pada Juli membukukan deflasi yang hal itu memicu kecemasan bahwa negeri panda hal itu tak ada akan mampu mempertahankan akselerasi laju pertumbuhan ekonominya.

“Sementara itu, perlambatan sektor dunia usaha Tiongkok juga terus terjadi belakangan ini. Di kuartal kedua kegiatan kegiatan ekonomi Tiongkok memang tumbuh 6,3 persen secara tahunan atau year on year,” ujarnya.

Realisasi pertumbuhan yang digunakan menurut Gunawan masih lebih besar banyak rendah dari ekspektasi sebelumnya yang mana pada atas 7 persen. Dan jika pertumbuhan kegiatan ekonomi Tiongkok melambat maka sangat potensial menekan ekspor Sumut ke China.

“Di sisi lain, kita juga tengah dikuatirkan penerapan UU Deforestasi Eropa yang mana dimaksud mungkin semata-mata akan menekan ekspor Sumut selanjutnya. Jadi ada resiko yang digunakan tengah mengintai kinerja ekspor Sumut,” paparnya.

Share:

Tinggalkan komentar