Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin sudah pernah memecat komandan operasi militer Rusia di area dalam Ukraina yang tersebut digunakan juga dikenal sebagai “Jenderal Armageddon”, Jenderal Sergei Surovikin pada Juni lalu. Atas pemecatan itu, Surovikin baru-baru ini membuka suara.

Surovikin, yang digunakan mendapat julukan ini pada media Rusia oleh sebab itu taktik militernya yang dimaksud yang disebut agresif pada Chechnya kemudian Suriah, baru dua kali terlihat dalam video yang mana mana menyerukan diakhirinya pemberontakan 24 Juni yang mana digunakan dipimpin oleh mendiang ketua Grup Wagner Yevgeny Prigozhin. Ia kemudian Prigozhin diketahui berkawan baik.

Ia kemudian ditangkap pada bulan Juni lalu diberhentikan sebagai kepala Angkatan Udara Rusia pada bulan Agustus. Lalu, Surovkin dikabarkan sudah pernah ditunjuk sebagai ketua Komite Koordinasi Masalah Pertahanan Udara di tempat tempat bawah Dewan Menteri Pertahanan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), namun hal itu belum dikonfirmasi.

Media Novye Izvestia melaporkan pada hari Selasa (3/10/2024) bahwa merekan sudah berbicara dengan Surovikin dalam area luar sebuah gereja dalam dalam wilayah Moskow.

“Saya mengabdi pada Tanah Air. Tidak ada komentar lagi,” kata Surovikin kepada outlet berita tersebut, yang dimaksud menerbitkan foto sang jenderal selama kunjungannya ke “salah satu gereja di dalam area dekat Moskow.”

Publikasi itu tidaklah memerinci gereja mana yang dimaksud digunakan dikunjungi Surovikin. Namun salah satu situs investigasi Agentstvo melaporkan bahwa gereja itu merupakan Gereja Martir Agung Demetrius dari Thessaloniki pada desa Dmitrovskoe. Ini tak jarak sangat jauh dari tempat Surovikin pada tempat foto sebulan lalu.

Pertanyaan muncul mengenai keberadaan Surovikin setelah dia hilang dari pertemuan para pejabat militer tanggal 10 Juli. Seorang politisi senior Rusia mengatakan pada bulan Juli bahwa Surovikin sedang “beristirahat.”

Laporan pada Juli berdasarkan pengarahan intelijen AS menunjukkan bahwa sang jenderal sudah pernah terjadi mengetahui sebelumnya tentang rencana Prigozhin untuk menyerang Moskow. Reuters melaporkan intelijen AS mengatakan Surovikin bersimpati pada pemberontakan Wagner, namun tak jelas apakah dia secara berpartisipasi mengupayakan pemberontakan tersebut.

Beberapa hari setelah pemberontakan Prigozhin yang mana gagal, The Moscow Times versi bahasa Rusia mengutip sumber Kementerian Pertahanan Rusia yang mana yang menyebut Surovikin telah terjadi dilaksanakan ditangkap lantaran memihak Prigozhin ketika ia merencanakan pemberontakannya yang dimaksud dibatalkan.


Share:

Tinggalkan komentar