Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan pentingnya belanja alat utama sistem pertahanan atau alutsista guna memperkuat pertahanan dan juga juga keamanan Tanah Air. Namun, untuk mengakomodir kegiatan ini, Jokowi mengakui sulit untuk mengumpulkan uang.

Jokowi bercerita anggaran negara sangat terbatas, lalu juga kebanyakan digunakan untuk kebutuhan hingga kesejahteraan rakyat. Sehingga belanja Alutsista harus dikerjakan secara bijak.

“Terkait dengan ini saya minta agar anggaran yang mana mana dimiliki lantaran sulit dalam mengumpulkannya, sulit dalam mendapatkannya, kemudian merupakan uang dari rakyat, sehingga sebisa mungkin harus dibelanjakan lalu harus diputar kembali untuk rakyat,” katanya.

Dengan tantangan ini, dia menegaskan modernisasi alutsista harus juga masuk bagian pengembangan penyetoran modal industri pertahanan dalam negeri. Melalui langkah ini, pengadaan alutsista mampu hanya didorong untuk transfer teknologi, peningkatan SDM, hingga penyelenggaraan barang lokal.

Jokowi juga mengungkapkan pengembangan alutsista ini juga penting untuk menjaga tingkat kepercayaan rakyat terhadap instansi TNI. Selain harus mampu merumuskan secara akurat langkah kongkret pada area tengah kondisi dunia yang digunakan dimaksud berubah cepat lalu memanasnya geopolitik dunia.

“saya senang kepercayaan penduduk terhadap TNI terus terjaga lalu selalu menempati urutan teratas berdasarkan hasil survei per September 2024. dengan hitungan kepercayaan 83% sampai 90%,” kata Jokowi.


Share:

Tinggalkan komentar