Presiden memberikan tambahan modal sebesar Rp3,3 triliun kepada PT  (Persero).

Tambahan modal yang mana disebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2024 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Dalam beleid yang ditandatangani oleh Jokowi pada 3 Oktober silam tersebut, tambahan modal tiada diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan pengalihan aset negara.

Aset negara yang digunakan mana dialihkan ke Pertamina yang digunakan berasal dari Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral yang mana pengadaannya bersumber dari anggaran pendapatan kemudian juga belanja negara (APBN) 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, juga 2017.

Aset negara itu salah satunya berbentuk jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga Eks Satuan Kerja Ditjen Migas Kementerian ESDM dengan nilai Rp1,5 triliun.

Jaringan gas itu antara lain terdapat dalam dalam Palembang, Surabaya, Bekasi, Depok, Sidoarjo, Tarakan, Sengkang, Cirebon, Rusun Jabodetabek, Jambi, Subang, dan juga juga lain sebagainya.

Selain itu, aset juga berbentuk stasiun pengisian materi bakar gas (SPBG) lalu juga infrastruktur pendukungnya bernilai Rp1,8 triliun. Aset itu salah satunya berbentuk SPBG Jl. Lebak Bulus Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dalam pertimbangan beleid itu, Jokowi mengatakan tambahan modal diberikan ke Pertamina demi memperbaiki struktur permodalan serta meningkatkan kapasitas kegiatan bisnis perusahaan perseroan.

Share:

Tinggalkan komentar