Jakarta – Lixil Group, perusahaan dengan syarat Jepang yang mana bergerak pada bidang item teknologi air juga juga perumahan, berkomitmen memenuhi kebutuhan penduduk melalui produk, juga layanan mereka. Director, Representative Executive Officer, President & Chief Executive Officer Lixil Corporation, Kinya Seto mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi Lixil seiring perekonomian nasional yang tersebut stabil kemudian terus bertumbuh.

Permintaan akan barang sanitasi serta perumahan pun diproyeksikan akan meningkat, dikarenakan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Di Indonesia perusahaan mempunyai dua core bisnis, yakni Lixil Housing Technology (LHT) serta Lixil Water Technology (LWT).

LHT memproduksi berbagai hasil perumahan, seperti kusen, jendela, pintu, materi bangunan eksterior, juga komponen perabotan interior yang dimaksud hal itu nyaman untuk ruangan rumah. Sementara LWT memproduksi peralatan kamar mandi serta sanitasi, dengan brand INAX, GROHE, juga American Standart.

Lixil telah miliki dua pabrik di dalam dalam Indonesia, yakni produksi toilet merek American Standard kemudian pabrik untuk kebutuhan barang perumahan. Seto mengatakan sebagian besar pekerja di area dalam area produksi merupakan sumber daya manusia (SDM) lokal yang tersebut digunakan dibekali pelatihan Experience Center.

“Kami mempunyai keyakinan yang mana yang disebut kuat untuk mengetahui bagaimana kami harus bisa jadi jadi menghasilkan item itu (yang bermanfaat bagi masyarakat),” ujar Seto dalam diskusi terbatas bersama awak media, Rabu (4/10/2024).

Selain fokus pada produksi, Lixil juga berkomitmen pada prinsip sustainability. Hal ini dibuktikan melalui teknologi yang digunakan disematkan pada komoditas toiletnya, sehingga mampu menghemat air hingga 20% sampai 40%.

Meski begitu, Seto mengakui masih ada beberapa tantangan yang dimaksud hal tersebut harus dihadapi. Salah satunya kualitas air dalam Indonesia yang mana kurang baik, akibat masih ada kebiasaan buang sampah di dalam area aliran air. Hal ini memproduksi aliran air yang dimaksud akan digunakan menjadi terkontaminasi dan juga juga berbahaya.

Untuk itu, Lixil menghadirkan inovasi yang dapat memurnikan serta juga meningkatkan kualitas air yang dimaksud digunakan akan digunakan. Dengan begitu penyakit akibat sanitasi seperti diare pun dapat semata diatasi. Berbagai hasil Lixil menurut Seto pun dapat didapatkan dengan nilai jual murah, sekitar US$ 5 atau sekitar Rp 70 ribu rupiah.

“Hanya US$ 5, jadi segmen yang dimaksud paling bawah dapat akses item ini. Itu yg membedakan Lixil dengan yang digunakan dimaksud lain. Kalau dilihat ada juga Grohe untuk segmen premium, Inax di tempat dalam bawahnya Grohe, American Standard untuk market mass, serta kita punya dari yang dimaksud harganya paling terjangkau untuk kebutuhan kamar mandi bersih juga juga sehat,” kata dia.

Sementara dari sisi item perumahan, Lixil juga berkomitmen mengurangi emisi kemudian menggunakan material dasar yang digunakan mampu mengurangi 97% penghasilan karbondioksida. Seto mengatakan Lixil menegaskan penyelenggaraan sumber daya yang digunakan terbatas secara berkelanjutan.

Perusahaan juga mengurangi total pengaplikasian plastik, mendaur ulang plastik, serta mengembangkan materi alternatif. Setiap pohon yang mana ditebang dari hutan milik Lixil untuk materi material plastik, Lixil akan kembali menginvestasikan pohon yang dimaksud dapat ditumbuhkan serta digunakan kembali.

Share:

Tinggalkan komentar