Menteri Perdagangan  alias Zulhas berjanji membantu jika ingin membuat sendiri juga mengajukan izin ke pemerintah.

Bantuan ini ditawarkan Zulhas usai pemerintah melarang praktik social commerce, seperti TikTok Shop, yang mana beroperasi dalam satu aplikasi.

Pelarangan TikTok Shop Cs tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2024 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, serta Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang digunakan mana resmi diundangkan 26 September 2024.

“Kami sudah sampaikan terima kasih kepada TikTok. Saya juga sudah terima suratnya, TikTok akan ikuti aturan pemerintah,” tegasnya usai mengunjungi ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu (4/10).

Ia membantah jika pemerintah dituding melarang seluruh operasional TikTok, apalagi diklaim antiasing. Menurutnya, apa yang mana itu dijalankan negara adalah mengatur social commerce yang mana digunakan dianggap membunuh bidang bisnis mikro kecil serta menengah (UMKM) tanah air.

“TikTok sebagai media sosial kita persilakan. Kalau mau jadi social commerce silakan, dia mampu sekadar iklan lalu promosi. Tapi, kalau jualan (transaksi), dia nanti mampu jadi urus (izin) e-commerce, kita bantu,” janjinya.

“Oh belum (TikTok mengajukan izin e-commerce), baru kirim surat akan ikuti aturan pemerintah. Jadi, TikTok sudah mengatakan dia sebagai media sosial itu boleh iklan, penawaran boleh. Kalau mau urus e-commerce silakan, kita bantu. Jadi tak usah khawatir,” tutupnya.

Terlepas dari itu, TikTok Shop resmi tutup sore ini sejak pukul 17.00 WIB. Warga Indonesia sudah tidaklah sanggup lagi bertransaksi langsung pada dalam aplikasi media sosial jika China tersebut.

Share:

Tinggalkan komentar