Menteri Dalam Negeri Muhammad  menepis kabar yang mana menyebut pasokan  kian menipis.

Menurutnya, stok beras masih cukup, termasuk untuk bantuan sosial (bansos) kepada 21,3 jt rakyat miskin.

“Saya belum tahu stok beras menipis. Setahu saya waktu rapat minggu lalu, stok beras relatif cukup bagus, relatif mampu mencukupi (termasuk untuk bansos rakyat miskin). Kalau ada yang dimaksud mana menipis saya belum tahu, ini informasi bagi saya,” jelasnya usai menghadiri Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal di tempat area Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (3/10).

“Tapi sekali lagi, ini semua negara juga kan banyak yang yang kena El Nino, kekeringan juga. India misalnya, lebih banyak banyak panas dari kita. Banyak kemudian yang dimaksud tadinya mengekspor, pada masa sekarang ini menahan barangnya untuk dalam negerinya. Semua negara sedang berjuang mendapatkan pasokan untuk rakyatnya masing-masing, kita juga sedang berjuang,” sambung Tito.

Tito juga membantah pembatasan pembelian beras 10 kg per hari di area tempat toko ritel merupakan rekomendasi pemerintah. Kendati, ia tak menyembunyikan kemungkinan kalau memang alasan pembatasan hal itu imbas menipisnya stok beras.

Ia pun menegaskan selalu mengkoordinasikan kondisi perberasan tanah air dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) hingga Bulog. Meski, faktanya memang ada pembatasan dalam ritel modern, seperti Super Indo, Alfamart, hingga Indomaret berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com.

“Setahu saya enggak ada rekomendasi mengenai pembatasan. Setahu saya pemerintah berupaya untuk memperkuat persediaan stok juga melancarkan distribusinya. Saya belum tahu (pembatasan pembelian beras) penyebabnya apa. Ada pembatasan saya juga belum tahu. Kalau ada pembatasan, apa penyebabnya saya juga belum tahu,” tutur Tito.

Tito menegaskan pemerintah selalu menjaga rantai pasok beras. Ia merinci pengawasan dikerjakan dari importasi ke Bulog, turun ke pasar besar, distributor besar, distributor kedua, hingga ke tingkat eceran.

Sebelum ramai pembatasan pembelian di tempat dalam ritel, 21,3 jt warga miskin yang itu tergabung dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijanjikan Presiden Joko Widodo calon mendapat beras gratis mulai September 2024. Bansos ini diberikan demi mengendalikan nilai tukar yang tersebut yang disebut naik dalam area pasaran.

Selain September, beras akan dibagikan pada Oktober serta November tahun ini. Jokowi menyebut beras adalah komoditas utama pendorong inflasi dalam area Indonesia sehingga gerakan ini menjadi bagian operasi pasar.

“Mulai awal September akan didistribusikan bantuan pangan beras. Satu keluarga menerima manfaat dapatkan 10 kg beras,” jelas Jokowi dalam pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 dalam Istana Negara, Kamis (31/8).

“Ini semi operasi pasar, sehingga setiap bulan keluar 210 ribu ton, selama 3 bulan akan terus kita berikan bantuan pangan lewat beras kepada 21,3 jt KPM,” imbuhnya.

Share:

Tinggalkan komentar