(Kemendag) pada Selasa (3/10) digeledah oleh  terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang juga .

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi mengatakan dari hasil penyidikan, diduga aksi pidana korupsi itu terjadi di area tempat Kemendag dalam periode impor gula 2015-2024.

Penyidik, kata dia, menduga terjadi penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan importasi gula terkait pemenuhan stok gula nasional lalu stabilisasi harga.

“Kemendag diduga sudah pernah secara melawan hukum menerbitkan persetujuan impor gula kristal mentah untuk diolah menjadi kristal gula kepada pihak-pihak yang dimaksud dimaksud bukan berwenang,” tuturnya dalam konferensi pers.

“Kemendag juga diduga sudah memberikan izin impor melebihi batas kuota maksimal yang mana dibutuhkan pemerintah,” imbuhnya.

Lantas, berapa banyak impor gula yang mana mana diduga bau amis korupsi itu?

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengimpor 3,36 jt ton pada 2015. Mayoritas berasal dari Thailand (1,79 jt ton), Australia (1,02 jt ton), lalu Brasil (458,1 ribu ton).

Lalu pada 2016, RI mengimpor gula sebanyak 4,74 jt ton. Mayoritas berasal dari Thailand (2,25 jt ton), Brasil (1,31 jt ton), serta Australia (896,4 ribu ton).

Selanjutnya, Indonesia mengimpor 4,48 jt ton gula pada 2017. Gula impor pada tahun itu mayoritas berasal dari Thailand (2,44 jt ton), Brasil (1,07 jt ton), serta Australia (646,8 ribu).

Kemudian pada 2018, RI mengimpor 5,02 jt ton. Mayoritas berasal dari Thailand (4,03 jt ton), Australia (922,8 ribu ton), lalu Brasil (60 ribu ton).

Pada 2019, RI mengimpor 4,09 jt ton. Mayoritas dari Thailand (3,53 jt ton), Australia (542,2 ribu ton), serta Korea Selatan (7,2 ribu ton).

Indonesia kemudian mengimpor 5,53 jt ton gula pada 2020. Mayoritas berasal dari Thailand (2,02 jt ton), Brasil (1,54 jt ton), serta Australia (1,21 jt ton).

Lalu pada 2021, impor gula mencapai 5,48 jt ton. Mayoritas dari India (1,96 jt ton), Australia (1,33 jt ton), juga Brasil (1,14 jt ton).

Pada 2022, impor gula mencapai 6 jt ton yang mana mana mayoritas berasal dari Thailand (2,41 jt ton), India (1,61 jt ton), lalu Brasil (1,31 jt ton).

Share:

Tinggalkan komentar