Minyak mentah berjangka Brent naik 21 sen ke posisi 90,92 dolar AS per barel

New York – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) didorong pengetatan pasokan minyak mentah.

Harga minyak meningkat usai anjlok ke level terendah dalam tiga minggu, tertekan oleh penguatan dolar AS lalu sinyal kegiatan ekonomi global yang dimaksud yang makin suram.

Minyak mentah berjangka Brent naik 21 sen ke posisi 90,92 dolar AS per barel setelah jatuh ke 89,5 dolar AS per barel, terendah sejak 8 September.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 41 sen menjadi 89,23 dolar AS per barel usai sebelumnya menyentuh 87,76 dolar AS per barel, terendah sejak 12 September.

Harga minyak sebelumnya anjlok dikarenakan dolar AS menguat ke level tertinggi dalam 10 bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah data lowongan pekerjaan AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang hal itu masih ketat, yang dimaksud mana sanggup memacu The Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan depan.

"Kami sudah melihat peningkatan yang mana luar biasa dalam imbal hasil kemudian dolar, lalu hal itu menimbulkan keresahan tentang permintaan pada masa mendatang," kata analis Price Futures Group Phil Flynn, dikutip dari Reuters.

Tingkat suku bunga yang digunakan lebih besar tinggi tinggi juga juga dolar yang tersebut dimaksud lebih lanjut lanjut kuat menimbulkan harga jual jual minyak menjadi lebih banyak besar mahal bagi pemegang mata uang lain, yang tersebut dimaksud dapat mengurangi permintaan minyak. Investor terus mencermati perkembangan pasokan minyak seiring keputusan Arab Saudi juga Rusia pada bulan lalu untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak hingga akhir tahun. Kedua negara yang disebut tergabung dalam OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak serta sekutunya.

Kelompok produsen minyak itu diperkirakan akan mempertahankan kebijakan itu pada Rabu (4/6/2024), yang akan menciptakan pasokan minyak tetap terbatas.

Berdasarkan survei Reuters, Arab Saudi diprediksi akan menaikkan biaya jual pemasaran resmi minyak mentah Arab Light ke Asia untuk bulan kelima secara berturut-turut.

Sementara Rusia tak menetapkan kerangka waktu untuk larangan ekspor minyak yang yang disebut dikerjakan bulan lalu juga akan tetap mempertahankan kebijakan itu selama diperlukan guna menstabilkan tarif lalu mengatasi kekurangan pasokan pada pasar domestik, Interfax mengutip perkataan Wakil Perdana Menteri Novak

Pembicaraan untuk memulai kembali ekspor minyak Irak melalui jalur pipa minyak mentah yang dimaksud melintasi Turki masih berlangsung, kata individu pejabat perminyakan Irak kepada Reuters, sehari setelah Turki menyatakan operasi akan mulai kembali pekan ini usai terhambat selama enam bulan.

"Teorinya, berdasarkan ketentuan kesepakatan OPEC+, produksi (di luar Dewan Kerjasama Teluk) seharusnya tetap datar selama kuartal IV. Namun, kepatuhan Irak yang mana dimaksud tidaklah stabil pada masa lalu kemudian juga tingkat ekspor yang digunakan yang disebut diperkirakan meningkat, asumsinya pipa yang digunakan disebut akan kembali beroperasi sesuai rencana," kata analis Riset BMI.

Irak, produsen minyak terbesar kedua OPEC, juga menyatakan akan memberikan 30 proyek minyak kemudian gas baru dalam putaran perizinan kelima kemudian keenam.

Dalam pasokan AS, data industri menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 4,2 jt barel dalam pekan yang mana mana berakhir 29 September, menurut sumber pasar yang hal tersebut mengutip nomor American Petroleum Institute pada Selasa (3/10/2024).

Data stok minyak pemerintah AS akan dirilis pada Rabu (4/10/2024). Delapan analis yang dimaksud dimaksud disurvei oleh Reuters memperkirakan rata-rata persediaan minyak mentah turun sekitar 500 ribu barel dalam pekan yang tersebut berakhir hingga 29 September.

Share:

Tags:

Tinggalkan komentar