Denpasar – Kantor Kesyahbandaran lalu Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa, Denpasar mencatat Pelabuhan Sanur, Bali, menyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,63 miliar sejak beroperasi pada November 2024 hingga 15 September 2024.

“Penyumbang terbesar adalah penerimaan dari pas terminal,” kata Kepala KSOP Benoa R Sadeli di dalam Pelabuhan Sanur, Denpasar, Jumat.

Ia menjelaskan setiap penumpang dikenakan Rp2.500 pas terminal yang digunakan menjadi kontributor terbesar capaian pendapatan di tempat pelabuhan yang mana mulai beroperasi pada November 2024 itu.

Dari total setoran PNBP itu, porsi pas terminal paling besar mencapai Rp3,53 miliar, sedangkan pos pendapatan lain misalnya rambu sebesar Rp4,7 juta, labuh Rp55,3 jt kemudian tambat Rp40,6 juta.

Penerimaan PNBP terbesar terjadi pada periode Mei juga Agustus 2024 mencapai pada atas Rp500 juta.

Berdasarkan data jumlah total penumpang, pelabuhan itu telah terjadi melayani total 2,75 penumpang atau rata-rata pergerakan penumpang (berangkat serta datang) mencapai 12 ribu orang dengan keberangkatan kapal mencapai 31.766 kali pelayaran kapal dan juga kedatangan mencapai 32.311 kali pelayaran kapal.

Ada pun keberangkatan kemudian kedatangan kapal per bulan tertinggi terjadi pada Agustus 2024 masing-masing mencapai 4.200 kali pelayaran.

Sedangkan biaya operasional meliputi internet, listrik hingga tenaga alih daya, petugas keamanan lalu kebutuhan toilet mencapai total Rp1,82 miliar sejak November 2024-15 September 2024.

Seluruh tiket penyeberangan dari Sanur menuju destinasi wisata di dalam Pulau Nusa Penida kemudian Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung itu sudah dalam bentuk tiket elektronik dengan dilayani oleh 45 operator kapal.

Pelabuhan yang berdiri pada atas seluas 7.460 meter persegi dari tanah hibah Pemkot Denpasar itu menghabiskan anggaran pengerjaan mencapai Rp395,3 miliar dari pemerintah pusat dengan durasi pembangunan 11 Desember 2024-10 Februari 2024 oleh pelaksana Hutama-Bangun-Virama KSO.

Dari total anggaran itu, biaya konstruksi terbesar adalah infrastruktur pemecah gelombang atau breakwater mencapai Rp261,6 miliar.

Pelabuhan Sanur yang mana merupakan pelabuhan penumpang (wisata) itu dilengkapi 12 dermaga apung yang mampu menampung 24 kapal cepat jika sandar bersamaan.

Sadeli mengharapkan ada badan bidang usaha yang mana menjadi operator Pelabuhan Sanur yang tersebut saat ini belum ditetapkan Menteri Perhubungan, sehingga masih dikelola oleh KSOP Benoa.

 

Share: