Jakarta – Pemprov DKI Jakarta sedang mengadakan pemutihan pajak kendaraan hingga akhir tahun 2024 ini. Adanya program ini memungkinkan lapor pajak cukup membayar pajak pokok sesuai besaran yang digunakan mana ditentukan, sehingga tidaklah ada perlu membayar denda atau sanksi administratif dalam jumlah agregat total besar untuk membayar pajak tahunan kendaraan.

Jika biasanya pembayaran pajak semata-mata dapat diimplementasikan dalam hari kerja dari Senin-Jumat, pada saat ini rakyat sanggup memanfaatkan waktu weekend di area dalam hari Sabtu untuk bergabung dalam pemutihan pajak ini.

“Samsat DKI Jakarta Sabtu Tetap Buka Oktober-Desember 2024 Jam operasional Sabtu 08.00-12.00 WIB Khusus Samsat Induk,” tulis @humaspajakjakarta, dikutip Kamis (10/5/2024).

Kebijakan ini hanya saja sekali berlaku pada area kantor Samsat Induk yang mana hal tersebut tersebar dalam area lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta, serta tidaklah termasuk layanan gerai juga juga Samsat keliling.

Masyarakat yang tersebut mana ingin membayar pajak kendaraan dalam dalam Samsat, dapat memanfaatkan pemutihan pajak yang tersebut mana sesuai dengan kebijakan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Secara Jabatan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) lalu Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Tim gabungan satlantas Polda Metro Jaya dan juga juga Samsat melakukan razia pengesahan STNK di area area Jalan Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Pantauan CNBC Indonesia pada lokasi pukul 09.00 WIB, Rabu  ( 11/12/2019), mulai terlihat puluhan mobil pribadi maupun mobil box diberhentikan petugas. Beberapa motor juga dihentikan.    Mayoritas pelanggaran yang digunakan digunakan dijalani adalah telat bayar pajak. Selain itu, ada juga dikarenakan tidaklah memakai helm, lampu tidaklah ada dinyalakan, sampai pelat nomor yang mana itu sudah jatuh tempo. Ada 40 petugas yang melakukan operasi razia pengesahan STNK. Saat operasi, pengendara motor terlihat berdebat dengan polantas dikarenakan STNKnya sudah jatuh tempo namun bersikeras bukan mau menandatangani surat tilang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Razia Pajak Kendaraan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Tim gabungan satlantas Polda Metro Jaya kemudian Samsat melakukan razia pengesahan STNK dalam Jalan Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Pantauan CNBC Indonesia di area area lokasi pukul 09.00 WIB, Rabu ( 11/12/2019), mulai terlihat puluhan mobil pribadi maupun mobil box diberhentikan petugas. Beberapa motor juga dihentikan.Mayoritas pelanggaran yang digunakan dilaksanakan adalah telat bayar pajak. Selain itu, ada juga lantaran tidaklah ada memakai helm, lampu bukan ada dinyalakan, sampai pelat nomor yang tersebut sudah jatuh tempo. Ada 40 petugas yang digunakan dimaksud melakukan operasi razia pengesahan STNK. Saat operasi, pengendara motor terlihat berdebat dengan polantas akibat STNKnya sudah jatuh tempo namun bersikeras tidaklah mau menandatangani surat tilang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Program pemutihan pajak kendaraan di tempat dalam Samsat DKI:

– Memberikan penghapusan sanksi administrasi secara jabatan untuk pajak kendaraan bermotor lalu bea balik nama kendaraan bermotor
– Penghapusan sanksi administrasi diberikan terhadap bunga atau denda tanpa permohonan wajib pajak melalui penyesuaian sistem pajak daerah
– Penghapusan sanksi administrasi diberikan kepada wajib pajak yang dimaksud digunakan melakukan pembayaran pokok pajak mulai tanggal 22 Juni 2024. Program pemutihan berlaku sampai dengan 29 Desember 2024.

Dokumen yang digunakan dimaksud perlu disiapkan dalam program ini:

– KTP asli serta fotokopi sesuai dengan STNK kendaraan
– STNK asli lalu fotokopi pihak pemilik kendaraan
– BPKB asli kemudian fotokopi, sebab nanti akan digunakan untuk pembayaran pajak tahunan

Dokumen tambahan khusus program pembebasan denda balik nama kendaraan bermotor atau BKKBN II:

– Hasil cek fisik kendaraan
– Kuitansi jual beli kendaraan asli kemudian fotokopi yang dimaksud digunakan sudah dibubuhi tanda tangan dalam atas materai Rp 10 ribu.

Share:

Tinggalkan komentar