Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)  membenarkan pembatasan pembelian  di toko ritel seperti Super Indo juga juga Alfamart.

Ia mengatakan pembatasan itu sesuai dengan arahan dalam pertemuan pengusaha ritel dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga Bulog.

“Betul, jadi ini sesuai dengan arahan dalam pertemuan dengan instansi terkait, yakni ada Bapanas, Bulog dalam pembicaraan bersama kami peritel. Pembatasan ini antara 2-3 kemasan per konsumen itu maksud tujuannya agar ada pemerataan,” kata Roy Mandey kepada CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan kebijakan pembatasan diimplementasikan untuk mengatasi panic buying mengingat nilai jual mahal serta juga pasokan beras yang tersebut digunakan mulai mengkhawatirkan.

“Mengingat ketidakstabilan beras akibat badai, el nino, juga impor, dengan impor sekitar 400 ribu ton diharapkan segera tiba. Saat ini sudah masuk 1,6 jt ton, lalu sisa 400 ribu ton diperkirakan tiba dalam beberapa hari atau bulan ini. Hal ini diharapkan meningkatkan ketersediaan beras,” katanya.

Ia mengakui kebijakan pembatasan itu sudah dijalankan sejak beberapa waktu lalu. Pembatasan yang dimaksud juga bukan ada belaka berlaku untuk beras program stabilitas pasokan serta tarif pangan (SPHP) melainkan juga semua varian beras.

“iya betul. ini gak ada jalan lain lantaran hambatan stok atau total ini belum signifikan,” katanya.

Dalam hal ini, Roy mengatakan pembatasan pembelian beras akan dicabut usai beras impor masuk ke Indonesia.

“Ya, setelah impor tiba, pembatasan akan dicabut. Pembatasan ini sesuai arahan pemerintah untuk mencapai pemerataan. Rencananya, setelah impor 400 ribu ton, akan ditambah 1 jt ton pada awal 2024,” katanya.

“Meskipun El Nino baru mencapai puncaknya pada awal 2024, pemerintah sudah berupaya meningkatkan Cadangan Beras Pangan (CBP) untuk menghadapi dampaknya. Produksi petani merosot akibat dampak El Nino pada beberapa daerah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sejumlah toko ritel seperti Super Indo hingga Alfamart mulai membatasi pembelian beras kategori premium sebanyak 10kg per hari per konsumen.

Beras di tempat tempat beberapa orang ritel modern umumnya dikemas dengan berat 5 kg per kemasan. Dengan pembatasan ini, umum semata-mata mampu semata memboyong 2 kemasan beras per hari dari Super Indo Cs.

Pantauan CNNIndonesia.com, Senin (2/10), dalam Super Indo Duren Tiga, Jakarta Selatan ditulis jelas aturan pembatasan tersebut.

“Maksimal 2 kemasan per konsumen per hari. Pembelian barang beras all variant,” tulis keterangan dalam rak penyimpanan beras tersebut.

Serupa, di dalam area Alfamart Minangkabau Setiabudi, Jakarta Selatan juga membatasi pembelian beras. Sang pelayan toko mengatakan pembatasan sudah berlaku sejak satu atau dua minggu lalu.

Akan tetapi, ia mengklaim pada toko yang belum ada pelanggan yang yang disebut membeli beras melebihi ketentuan.

Sementara itu, pembatasan pembelian beras juga berlaku di area area Indomaret di tempat tempat kawasan Duren Tiga. Namun, ada sedikit kelonggaran pada gerai yang mana mana belum lama beroperasi ini.

Share:

Tinggalkan komentar