Dari penyaluran KUR di tempat Kalbar mencapai Rp2,08 triliun yang dimanfaatkan oleh 30.233 debitur

Pontianak – Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalbar mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Kalbar dari Januari – Agustus 2024 sudah mencapi Rp2,08 triliun.

“Dari penyaluran KUR dalam Kalbar mencapai Rp2,08 triliun hal itu dimanfaatkan oleh 30.233 debitur,” ujar Kepala Kanwil DJPb Kalbar, Kukuh Sumardono Basuki di dalam Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan penyaluran KUR yang dimaksud ada di tempat Kalbar dari sisi wilayah hampir sejenis dengan tahun sebelumnya yakni dengan penyaluran KUR terbesar terdapat dalam Kabupaten Kubu Raya dengan total penyaluran Rp289,19 miliar diikuti oleh Kota Pontianak dengan penyaluran Rp277,42 miliar.

“Tren penyaluran akumulatif KUR bulanan mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang tersebut sebanding tahun sebelumnya, tidaklah cuma di tempat Kalbar namun hamper di area seluruh wilayah Indonesia,” jelas dia.

Sementara terkait jumlah keseluruhan penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) hingga 31 Juli 2024 mencapai 3.788 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp18,18 miliar. Kota Pontianak menjadi wilayah dengan jumlah keseluruhan debitur UMi paling banyak yaitu 723 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp3,32 miliar diikuti oleh Kabupaten Sanggau sebesar Rp2,91 miliar.

“Tren penyaluran UMi pada tahun 2024 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” kata dia.

Menurut dia, berdasarkan hasil diskusi dengan lembaga penyalur KUR kemudian UMi serta OJK, beberapa penyebab terjadinya penurunan penyaluran KUR serta UMi di area antaranya adalah adanya persaingan dengan fintech yang sangat mudah dalam pencairannya juga publikasi/promosinya yang tersebut mengikuti perkembangan zaman.

Kemudian lokasi lalu jumlah keseluruhan kantor dari perbankan yang kalah saing dengan banyaknya Credit Union dalam Kalbar yang digunakan bahkan lokasinya berada di tempat tengah-tengah desa.

“Selanjutnya adanya pembatasan radius wilayah yang mana dapat dilayani oleh LKBB penyalur pembiayaan Umi. Misalnya PT Pegadaian maksimal 5 km juga KSPPS BUS maksimal 10 km,” kata dia.

 

Share: