Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas upaya pengungkapan atas penindakan penyelewengan dan juga juga penyalahgunaan BBM maupun LPG subsidi.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan upaya ini berhasil menurunkan penyelewengan kemudian menyelamatkan keuangan negara dalam bentuk subsidi.

“Sekaligus kami memberikan efek jera juga ingin menegaskan bahwa seluruh BBM kemudian LPG subsidi betul-betul dinikmati oleh yang mana dimaksud berhak yaitu penduduk yang digunakan hal itu kurang mampu, petani, nelayan serta UMKM,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (5/10/2024).

Dalam 6 bulan terakhir Bareskrim sudah mengamankan barang bukti Solar Subsidi sebanyak 717.850 liter, Pertalite 501.730 liter, kemudian LPG Subsidi 118.504 tabung.

Menurut Nicke, kerja identik Pertamina juga Bareskrim Polri berjalan dengan baik. Pertamina berharap sinergitas ini terus berjalan dalam rangka penanganan terhadap penyelewengan BBM lalu juga LPG Subsidi.

“Kami betul-betul bersyukur atas semua support yang mana diimplementasikan Bareskrim. Ini kerjanya Satgas 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tidaklah ada pernah ada berhentinya. Karena energi ini harus kita salurkan setiap saat, terima kasih Bareskrim atas semua supportnya kemudian kami tetap berharap serta commit untuk selalu melakukan kerja sebanding yang mana dimaksud baik dalam melakukan pengungkapan dan juga juga nantinya penindakan oleh Bareskrim,” jelasnya.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Brigjen Pol. Hersadwi Rusdiyono pun mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang digunakan sudah pernah bekerja sejenis dengan Tim Satgas Bareskrim Polri. Kerja keras ini bukan semata-mata cuma melibatkan Bareskrim Polri, namun juga Polda, Polres, hingga Polsek.

“Ini adalah kerja bersama antara Pertamina dengan Bareskrim Polri serta Polda dalam rangka mengamankan subsidi pemerintah, terutama LPG juga BBM. Kami membentuk satgas pada tempat dalam rangka penegakan hukum terhadap penyalahgunaan subsidi BBM,” katanya.

Ia menjelaskan dalam 6 bulan terakhir terdapat 406 laporan polisi, 338 laporan masih dalam penyidikan, serta sebanyak 435 orang ditetapkan sebagai tersangka. Pada Solar Subsidi terdapat 218 laporan penyidikan dengan 286 tersangka, Pertalite terdapat 80 laporan polisi serta 94 orang menjadi tersangka, sedangkan LPG Subsidi terdapat 40 laporan polisi lalu 50 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Baik itu untuk wilayah Jawa keseluruhan, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, bahkan Papua pun ada penindakan di area area sana. Artinya penindakan ini kita lakukan dengan harapan merek tak melakukan perbuatannya kembali. Tentunya isu penyalahgunaan subsidi ini menjadi prioritas kami untuk dilaksanakan penegakan hukum juga ini akan berjalan terus supaya BBM lalu LPG subsidi dapat sampai kepada penduduk yang tersebut yang berhak,” jelasnya.


Share:

Tags:

Tinggalkan komentar