Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang digunakan dimaksud harus diselesaikan oleh pemerintah tentang kesejahteraan. Dia mengatakan pekerjaan rumah itu salah satunya mampu jadi diselesaikan melalui keuangan negara.

Hal itu dia sampaikan dalam acara Wisuda Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) 2024. “Kita harus sadar bahwa masih banyak bagian dari rakyat kita yang dimaksud membutuhkan keuangan negara hadir kemudian menyelesaikan masalah,” kata Sri Mulyani dalam pidatonya, Kamis (5/10/2024).

Sri Mulyani mengatakan keuangan negara merupakan alat untuk mencapai tujuan bernegara, yaitu menciptakan kesejahteraan kemudian keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan itu, kata dia, pekerjaan rumah pertama yang dimaksud itu harus diselesaikan adalah penyelenggaraan Sumber Daya Manusia melalui institusi belajar juga kesehatan.

Dia memohonkan lulusan STAN yang tersebut digunakan memperoleh lembaga sekolah dengan biaya negara untuk mengembalikan ‘hutang’ itu dengan membantu meningkatkan kesejahteraan warga yang tersebut digunakan tambahan luas.

“Banyak anak muda yang digunakan lain yang dimaksud mana belum miliki kesempatan lalu kenikmatan seperti kalian, pikirkan pada saat Anda ditugaskan pada dalam mana saja,” katanya.

“Jangan lupakan itu juga juga kebutuhan penyelenggaraan perekonomian SDM sungguh sangat besar, pendidikan, kesehatan, membantu merek yang digunakan hal tersebut miskin ekstrem, dia yang mana mana kurang gizi sehingga mengalami stunting, sehingga dia bukan akan mungkin sekolah setinggi kalian, apalagi mendapatkan IPK 3,87 atau 3,88,” kata Sri Mulyani melanjutkan.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan PR kedua adalah memeratakan perkembangan untuk kesejahteraan. Dia mengatakan saat ini Indonesia masih mempunyai daerah terluar, tertinggal serta termiskin. Menurut dia, keuangan negara mampu jadi instrumen untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Belajar terus bagaimana kita mengelola keuangan negara menjawab permasalahan itu, gunakan ilmu Anda untuk kebaikan,” ujarnya.

Sri Mulyani melanjutkan PR keuangan negara selanjutnya adalah kompetisi dunia bisnis Indonesia dengan negara lain. Dia meminta-minta para lulusan untuk mempunyai wawasan yang digunakan dimaksud luas persoalan ekonomi, bukan semata-mata dalam negeri melainkan juga dunia.

“Negara lain maju, menguatkan pondasi ekonomi, menyiapkan rakyatnya, membangun infrastruktur, jangan sampai Indonesia terhambat juga tertinggal. Dan jangan sampai anda menjadi bagian dari penduduk yang tersebut digunakan belaka mengkritik, oleh sebab itu kalian yang mana harus bekerja kemudian mengerjakan serta mencari solusi,” kata dia.

Sri Mulyani mengatakan tantangan terakhir adalah keadaan dunia yang tersebut terus berubah. Menurut dia, dalam tahun-tahun terakhir ini kondisi dunia sangat cepat berubah, mulai dari terjadinya pandemi Covid-19 hingga fenomena El Nino yang dimaksud menyebabkan kelangkaan pangan.

Menurut dia, semua perubahan itu membutuhkan respons yang mana mana tepat kemudian cepat. Dia berharap para lulusan bukan cepat berpuas diri belaka dengan berhasil lulus dari STAN, lalu menjadi apatis terhadap hambatan negara.

“Kementerian Keuangan akan terus berubah. Jangan punya romantisme juga melow-melow mengenai ‘oh saya sudah masuk lalu everything gonna be OK’ yang mana mana seperti kalian harapkan,” ujar mantan pimpinan IMF tersebut.


Share:

Tinggalkan komentar