Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan para lulusan Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) untuk selalu rendah hati serta terus belajar. Dia mengajukan permohonan lulusan sekolah ikatan dinas itu tidaklah sombong.

“Orang yang digunakan digunakan berpendidikan adalah tahu apa yang mana dia tidak ada ada tahu, sehingga dia punya kerendahan hati, orang yang mana jumawa serta arogan merasa sudah cukup,” kata Sri Mulyani saat berpidato dalam Wisuda Adiwiranama PKN STAN 2024, Kamis, (5/9/2024).

Tahun ini, STAN melakukan wisuda terhadap 253 orang mahasiswa kemudian mahasiswi tahun sekolah 2022-2024.

Sri Mulyani mengatakan menjadi lulusan STAN berarti menjadi orang yang mana digunakan terdidik. Orang terdidik, kata dia, artinya memahami bahwa dirinya selalu merasa kurang dalam hal pengetahuan. Perasaan haus pengetahuan inilah yang tersebut dimaksud Sri Mulyani inginkan ada pada setiap lulusan STAN.

Sri Mulyani mengatakan sementara orang yang digunakan dimaksud arogan adalah merek yang dimaksud mana merasa sudah cukup belajar. Dia menilai orang seperti itu bukanlah orang berpendidikan, meskipun sudah meraih tingkat sekolah tinggi.

“Karena merekan tiada ada meraih kebijaksanaan sebagai seseorang yang mana yang disebut melalui proses pendidikan,” kata dia.

Sri Mulyani menuturkan sekolah bertujuan untuk mengajari seseorang cara untuk mengedukasi dirinya sendiri. Hal yang dimaksud dididik, kata dia, bukan hanya saja sekadar otak, melainkan karakter serta nilai seseorang. “Cara kita memandang masalah, cara kita menilai orang lain kemudian cara kita melihat ke depan, hari ini serta ke belakang,” kata dia.

Dia mengatakan proses sekolah serta juga gaya hidup di dalam area STAN sudah didesain untuk mengajarkan para mahasiswa untuk bukan sombong. Salah satunya adalah kewajiban para mahasiswa untuk tinggal di dalam tempat asrama.

Dia mengatakan pada asrama STAN, satu kamar diisi oleh 13 orang mahasiswa. Menurut dia, kebiasaan hidup bersama itu akan menunjukkan karakter sesungguhnya seseorang. “Apakah dalam proses itu karakter baik Anda bersinar atau pada dalam proses itu karakter buruk Anda muncul makin kuat,” kata dia.

Sri Mulyani mengingatkan para lulusan STAN tahun ini untuk terus melakukan refleksi diri. Sri memahami kebahagiaan para mahasiswa yang digunakan digunakan telah lama lama lulus. Namun, menurut dia, perjalanan para anak muda hal yang disebut barulah dimulai setelah lulus.

“Saya tahu kalian bahagia hari ini, namun saya minta sedikit menyisihkan waktu merefleksikan 4 tahun serta terutama 1 tahun Anda pada dalam asrama. Apakah Anda merasakan sebuah perbaikan pada area dalam kepribadian, sikap kemudian cara Anda berpikir, bertindak, menilai, juga kemudian di tempat tempat dalam bersikap serta berkata-kata,” kata dia.


Share:

Tinggalkan komentar