Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi kemudian Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan program konversi motor listrik untuk tahun depan sebesar 150 ribu konversi motor yang digunakan mana naik dari tahun 2024 ini yang mana cuma 50 ribu konversi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan juga juga Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan bahwa target konversi motor listrik untuk tahun 2024 mendatang akan lebih tinggi tinggi tinggi dibandingkan tahun ini lantaran penyediaan bengkel konversi kemudian sumber daya manusia yang hal itu terus dikembangkan sejak tahun 2024 ini.

“Tahun depan (target konversi motor listrik) seingat saya 150 ribu,” ungkapnya saat ditemui pada Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/10/2024).

Padahal, bila melihat data Ditjen EBTKE Kementerian ESDM terdapat sebanyak 5.628 peminat konversi motor listrik namun diantara itu terdapat sebanyak 2.069 peminat yang tersebut mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Dengan kondisi yang tersebut ada saat ini dia mengatakan bahwa jika target 50 ribu konversi motor listrik tiada tercapai maka akan dilanjutkan dalam dalam tahun 2024 mendatang.

“(Jika target konversi tahun 2024 tak tercapai) kita akan take over ke tahun depan, dimana tahun depan kita sudah siap akibat bengkel, sudah ada serta kita harapkan bengkel kelas A juga suda ada yang dimaksud digunakan untuk pengujian, jadi itu akan membantu yang mana sekarang belum ada,” tambahnya.

Dia klaim program konversi motor listrik untuk tahun depan juga akan didukung dengan rantai pasok yang mana yang berkembang seiring dengan pasar yang dimaksud digunakan juga berkembang.

“Rantai pasok juga sudah mulai ada sebab market berkembang lalu juga swasta masuk lebih tinggi besar enak sebab market berkembang,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen EBTKE, Sahid Junaidi mengatakan tantangan dalam program motor listrik konversi dikarenakan adanya perubahan budaya, perilaku, serta persiapan pada masyarakat. Dia mengatakan bahwa target motor listrik konversi yang tersebut dimaksud ditetapkan untuk tahun 2024 sebanyak 50 ribu unit berat untuk direalisasikan.

“Konversi ini kan mengubah budaya, perilaku, memang persiapannya harus tambahan tinggi bagus lagi. Dari sisi kebijakan, kemudian dari strategi. Kalau target 50 ribu (2024) rasanya berat, tapi kami ingin menyiapkan lagi,” ujar Sahid dalam dalam sela acara yang tersebut hal tersebut sama.

Dia mengatakan, untuk menanggulangi hambatan yang digunakan digunakan menghadang saat ini, pihaknya sudah membenahi regulasi berbentuk Peraturan Menteri (Permen) ESDM. “Regulasi sudah cukup, sebenarnya. Kan dalam sana sudah ada perbaikan Permen ESDM, sudah dikomunikasikan,” tambahnya.


Share:

Tinggalkan komentar