Menteri Perdagangan (Mendag)  mendukung upaya penegakan hukum kemudian juga proses hukum terhadap  (Kemendag).

Hal yang tersebut disebut disampaikan usai kedatangan Tim Penyidik Kejaksaan Agung yang dimaksud yang melakukan penggeledahan di tempat dalam Kantor Kemendag pada kasus impor gula pada Selasa (3/10).

“Kementerian Perdagangan menunjukkan dukungannya dalam penyelesaian proses hukum kemudian upaya – upaya penegakan hukum yang digunakan itu melibatkan kementerian ini. Kemendag akan membantu lalu menyokong penyelesaian masalah-masalah ini lantaran kami ingin Kemendag menjadi semakin baik di area tempat kemudian hari. Pendek kata, permasalahan hukum juga upaya-upaya penegakan hukum harus diselesaikan,” ujar Zulkifli melalui keterangan tercatat di tempat tempat Jakarta, Rabu (4/10).

Zulkifli menyampaikan saat ini Kemendag sudah menunjukkan kinerja yang tersebut dimaksud semakin baik. Hal ini terlihat dari keberhasilan kementerian menyelesaikan beberapa jumlah agregat permasalahan seperti urusan minyak goreng juga stabilitas nilai tukar jual barang-barang kebutuhan pokok.

“Saat ini, Kami telah berhasil menyelesaikan beberapa total masalah. Dalam hal minyak goreng, kami sudah pernah mengatasi persoalan nilai serta distribusi. Distribusi lalu pasokan kebutuhan pokok juga berhasil diatasi. Terbukti saat Lebaran, Natal juga Tahun Baru 2024 kondisi aman serta inflasi di dalam tempat bawah empat persen,” katanya.

Zulkifli juga mengapresiasi kinerja para pegawai kementeriannya serta memotivasi para pegawai untuk terus membenahi sektor perdagangan.

Menurutnya, saat ini Kemendag sedang fokus mengatur tatanan transaksi daring dengan tradisional. Ia juga mengajak seluruh pegawai Kemendag menyelesaikan kesulitan ini bersama-sama.

“Terima kasih kepada teman-teman dalam area Kemendag. Ketersediaan kebutuhan pokok terjamin kemudian harga-harganya juga terkendali. Sekarang, kita benahi grosir, peniaga ritel, hingga bisnis mikro kecil,dan menengah (UMKM). Kita tertibkan kalau ada yang dimaksud ilegal,” ujarnya.

Kejagung menggeledah Kemendag terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang impor gula pada Selasa (3/10) lalu. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi menyebut penggeledahan dilaksanakan penyidik usai resmi menaikkan kasus hal itu ke tahap penyidikan.

Berdasarkan hasil penyidikan, diduga aktivitas pidana korupsi terjadi di dalam area Kemendag pada periode 2015-2024. Kuntadi menyebut penyidik menduga terjadi penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan importasi gula terkait pemenuhan stok gula nasional lalu stabilisasi harga.

“Kemendag diduga sudah pernah secara melawan hukum menerbitkan persetujuan impor gula kristal mentah untuk diolah menjadi kristal gula kepada pihak-pihak yang mana digunakan bukan berwenang. Kemendag juga diduga sudah pernah dijalankan memberikan izin impor melebihi batas kuota maksimal yang yang dibutuhkan pemerintah,” kata Kuntadi dalam konferensi pers.

Share:

Tinggalkan komentar